bahkan kita tidak pernah tahu finish dari perjalanan ini.

Layaknya marathon, kita butuh berlari dengan tingkat kesiapan dan kondisi kita masing2. Terlalu bahaya kalo kita berlari dengan pace di atas kemampuan kita. Bukan finish yang didapat, banyak pelari yang berguguran disaat mereka berlari di atas kemampuan tubuhnya.

Maka, yang kita butuh lakukan hari ini


1. Yakini dulu, ini adalah tugas dan perjalanan yang Alloh tetapkan atas diri dan keluarga kita. Alloh yang menugaskan, Alloh juga yang akan memantaskan dan menurunkan pertolongannya.


2. Pahami tingkat kesiapan diri masing2. Cek kembali kondisi keimanan dan keilmuan kita pada poin 1, bukan hanya tentang kita tapi tentang kesiapan istri/suami dan anak-anak kita.


3. Monitor terus kondisi masing-masing individu. Ada saatnya kita meningkatkan pace, ada saatnya kita menurunkannya. Tentu menggunakan pace yang stabil dan konsisten lebih baik. Jangan paksa suami/ istri kita berlari melebihi kapasitas dirinya, karena akan sangat berbahaya untuk kelanjutan mereka dalam lari marathon ini.


4. Terus berupaya untuk meningkatkan kesiapan dan kapasitas diri. Sekarang pace 08.00, ke depan harus ningkat ke 07.00, 06.00 sampai dengan secepat yang kita bisa usahakan. Tingkatkan pace diri bersamaan dengan pace keluarga (suami/istri dan anak-anak), agar kita bisa terus bersama di jalur marathon Iqrolife ini.

Salah satu doa panjang yang kami pada perjalanan umroh mandiri awal tahun ini. Semoga Alloh menjaga Iqrolife dan keluarga-keluarga didalamnya. Menghidupkan Iqrolife jauh setelah kehidupan kami. Penjaganya boleh silih berganti, tapi purpose, misi dan gagasan-gagasan Iqrolife akan terus hidup dan membumi. Aamiin.

Salam,
GenapNH Family